Pernahkah anda mengambil sebuah
pelajaran atau filosofi dari sebuah kerja pembersihan kotoran dalam hal ini
sejenis sampah dengan cara pembakaran? Katakan saja seperti sampah bahan plastik,
kertas, dedaunan kering, dan sampah yang lain-lainnya. Kalau belum, mari saya
coba ingatkan dengan sama-sama, dan kalau sudah mendapatkan pelajaran darinya,
yang tentu biar tetap ingat kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu
kita tidak terlepas dari perbuatan yang menghasilkan sampah. Seperti saja kita
habis belanja dari kedai biasanya plastik yang menjadi bungkus belanjaan kita
menjadi sampah. Atau kita habis membeli nasi bungkus untuk memenuhi isi perut
yang kosong, setelah isinya kita makan tentu bungkusnya akan menjadi sampah,
dan atau kita melakukan penulisan yang salah dalam kertas sehingga karena
kesalahan itu dan kertas sudah tercoret tidak dapat kita gunakan lagi tentu
akan menjadi sampah. Sampah-sampah seperti ini salah satu caranya untuk bisa
dibersihakn adalah dengan cara dibakar.
Kalau hidup di pedesaan, cara
pembersihan sampah dengan metode dibakar ini masih banyak terlihat, dengan cara
sampah-sampah itu dikumpulkan dalam sebuah lubang atau tempat yang memang
dijadikan tempat sampah, jika sudah terlihat banyak maka akan dibersihakan
dengan cara dibakar. kecuali di perkotaan. Kebanyakan cara pembershian
sampahnya yang dihasilkan dari pribadi maupun prsoduksi satu keluarga, dengan
cara dikumpulkan lalu di buang ke tempat sampah yang ada di pinggir-pingir
jalan besar, lalu nanti ada yang mengangkutnya dengan truk oleh petugas
kebersihan yang sudah diberi amanah untuk membersihkan sampah demi keindahan
kota. Ha ini karena hidup di dareah perkotaan sangan sempit dan tidak mungkin
pula menyediakan lubang sampah yang biasanya terletak belakang rumah.
Apa yang bisa diambil pelajaran
dari proses pembersihan sampah dengn cara dibakar ini? Yaitu tentang
pembersihan dosa dalam diri manusia, yang menurut saya hampir sama dengan cara
ini. Pada bulan Ramadhan yang mulia, di situlah peluang terbesar manusia untuk
memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Sebagian para ulama
menganggab bahwa bulan Ramadhan adalah tempat pembakaran dosa-dosa kita yang
telah lalu, dan itu pula lah isi materi
ceramah yang saya dapatkan pada saat mendengarkan siramahan rohani sebelum
sholat terawih yang disampaikan oleh Prof. Dr Ilyas Husti, salah satu guru
besar di UIN SUSKA Riau. Beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan ini adalah saatnya kita
membakar semua dosa-dosa kita sampai lebur, karena pada bulan Ramadhan semua
amal ibadah yang dikerjakan berlipat-lipat ganda nilainya, sereta pada bulan Ramadhan,
10 malam pertengahannya adalah saatnya Allah SWT memberikan peluang ampunan
dosa, sementara di 10 malam awal Ramadhan Allah memberikan rahmat, dan 10 malam
terakir Allah memberikan kebebasan dari pintu api neraka.
Dalam perjalanan hidup kita,
tentu sudah banyak kesalahan yang kita lakukan, baik yang kita sengaja maupun
yang tidak kita sengaja. Seperti contoh mengenai sampah tadi, tanpa kita sadari
mungkin kita telah banyak memproduksi sampah dosa dalam diri kita, yang harus
kita bersihkan dengan cara dibakar. Pembakaraan itu dimaksudkan agar semua
sampah dosa yang ada dalam diri kita menjadi lebur dan bersih kembali seperti
semula. Ayo semangat membakar sampah dosa yang ada dalam diri kita dengan
meningkatkan ibadah di bualn yang penuh kemuliyaan ini. Semoga bermanfaat.
0 komentar:
Posting Komentar