00.06
0


Pernahkah anda mengambil sebuah pelajaran atau filosofi dari sebuah kerja pembersihan kotoran dalam hal ini sejenis sampah dengan cara pembakaran? Katakan saja seperti sampah bahan plastik, kertas, dedaunan kering, dan sampah yang lain-lainnya. Kalau belum, mari saya coba ingatkan dengan sama-sama, dan kalau sudah mendapatkan pelajaran darinya, yang tentu biar tetap ingat kembali.

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita tidak terlepas dari perbuatan yang menghasilkan sampah. Seperti saja kita habis belanja dari kedai biasanya plastik yang menjadi bungkus belanjaan kita menjadi sampah. Atau kita habis membeli nasi bungkus untuk memenuhi isi perut yang kosong, setelah isinya kita makan tentu bungkusnya akan menjadi sampah, dan atau kita melakukan penulisan yang salah dalam kertas sehingga karena kesalahan itu dan kertas sudah tercoret tidak dapat kita gunakan lagi tentu akan menjadi sampah. Sampah-sampah seperti ini salah satu caranya untuk bisa dibersihakn adalah dengan cara dibakar.

Kalau hidup di pedesaan, cara pembersihan sampah dengan metode dibakar ini masih banyak terlihat, dengan cara sampah-sampah itu dikumpulkan dalam sebuah lubang atau tempat yang memang dijadikan tempat sampah, jika sudah terlihat banyak maka akan dibersihakan dengan cara dibakar. kecuali di perkotaan. Kebanyakan cara pembershian sampahnya yang dihasilkan dari pribadi maupun prsoduksi satu keluarga, dengan cara dikumpulkan lalu di buang ke tempat sampah yang ada di pinggir-pingir jalan besar, lalu nanti ada yang mengangkutnya dengan truk oleh petugas kebersihan yang sudah diberi amanah untuk membersihkan sampah demi keindahan kota. Ha ini karena hidup di dareah perkotaan sangan sempit dan tidak mungkin pula menyediakan lubang sampah yang biasanya terletak belakang rumah.

Apa yang bisa diambil pelajaran dari proses pembersihan sampah dengn cara dibakar ini? Yaitu tentang pembersihan dosa dalam diri manusia, yang menurut saya hampir sama dengan cara ini. Pada bulan Ramadhan yang mulia, di situlah peluang terbesar manusia untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Sebagian para ulama menganggab bahwa bulan Ramadhan adalah tempat pembakaran dosa-dosa kita yang telah lalu, dan itu pula lah isi  materi ceramah yang saya dapatkan pada saat mendengarkan siramahan rohani sebelum sholat terawih yang disampaikan oleh Prof. Dr Ilyas Husti, salah satu guru besar di UIN SUSKA Riau. Beliau menyampaikan  bahwa bulan Ramadhan ini adalah saatnya kita membakar semua dosa-dosa kita sampai lebur, karena pada bulan Ramadhan semua amal ibadah yang dikerjakan berlipat-lipat ganda nilainya, sereta pada bulan Ramadhan, 10 malam pertengahannya adalah saatnya Allah SWT memberikan peluang ampunan dosa, sementara di 10 malam awal Ramadhan Allah memberikan rahmat, dan 10 malam terakir Allah memberikan kebebasan dari pintu api neraka.

Dalam perjalanan hidup kita, tentu sudah banyak kesalahan yang kita lakukan, baik yang kita sengaja maupun yang tidak kita sengaja. Seperti contoh mengenai sampah tadi, tanpa kita sadari mungkin kita telah banyak memproduksi sampah dosa dalam diri kita, yang harus kita bersihkan dengan cara dibakar. Pembakaraan itu dimaksudkan agar semua sampah dosa yang ada dalam diri kita menjadi lebur dan bersih kembali seperti semula. Ayo semangat membakar sampah dosa yang ada dalam diri kita dengan meningkatkan ibadah di bualn yang penuh kemuliyaan ini. Semoga bermanfaat.  

0 komentar:

Posting Komentar