18.34
0


Saat masih kulaih semester satu, saat semangat belajar masih besar karena awal masuk perguruan tinggi, dan saat sedang rajin-rajinnya membaca buku di perpustakaan walaupun belum bisa meminjam karena kartu anggota belum jadi, saya pernah menemukan sebuah kisah yang sangat menggugah berkain dengan puasa  dalam sebuah buku yang sudah lupa judulnya. 

Diceritakan, seorang ilmuan di sebuah Negara yang berkeyakinan bukan muslim, memandang aneh terhadap orang-orang muslim yang berpuasa. Menurutnya, orang yang berpuasa adalah orang gila, karena menyiksa diri tidak makan dan tidak minum selama seharian. 

Akan tetapi, karena ia seorang ilmuan, hal itu tentu menimbulkan rasa penasaran baginya. Sehingga dengan yakin ia melakukan penelitian mengenai puasa itu dengan cara, ia juga melakukan ibadah puasa seperti yang dilakukan umat muslim pada bulan ramadhan itu. Tetapi puasa yang dilakukan bukan karena mengikuti perintah Tuhan melainkan untuk menjawab rasa penasarannya kenapa umat islam menyiksa diri dengan cara berpuasa di saing hari tanpa makan dan munum. 

Pada pertama kali ia berpuasa untuk penelitiannya itu, ia memang benar-benar jadi gila. lapar dan haus yang mendera membuatnya serba salah. Lemas, loyo, dan tak berdaya menjadi teman satu harian. Ingin rasanya mengakhiri puasanya di siang hari, tapi ia khawatir tidak menjawab rasa penasarannya. Sampai pada waktu berbuka, ia masih bisa menahan rasa lapar dan hausrnya. Dan ketika masuk waktu berbuka, ia merasakan kegembiraan yang sangat berbeda, karena ia bisa terlepas dari rasa dahaga dan laparnya. Begitu melihat makanan yang sudah ia hidangkan, dan minuman yang sudah tersaji, ia menemukan sebuah keindahan dan kenikamatan. Rasa senang pun tak terhindarkan. Mungkin saja rasanya seperti bertemu seseorang yang sangat disayang yang sudah lama tak berjumpa. Betapa senagnya. 

Hari pertama ia sukses menjalankan penelitiannya mengenai puasa. Hari kedua pun ia tetap melakukan hal yang sama. Hari kedua ini, ia sudah mulai kuat dan tak segila seperti semula. Dan tetap saja saat akan berbuka ia merasakan kegembiraan yang berbeda dari hari- hari biasanya. Sehingga pada hari ke tiga dan seterusnya ia terlalu nikmat melakuan puasa karena menemukan kebahagiaan saat akan berbuka itu, lantas ia pun mendapat hidayah untuk masuk ke dalam agama islam secara yakin bahwa agama itu lah yang akan memepertmuakannya dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Mengagumkan berkah dari berpuasa ini. Memang saya juga pernah membaca sebuah hadis yang menjelaskan bahwa akan ada dua kebahagiaan yang didapatkan oleh orang-orang yang berpuasa, pertama bahagia saat akan berbuka, dan kedua bahagia saaat akan bertemu Tuhannya nanti di surga. Semoga saja, dengan berpuasa, kita mendapatkan keduanya. Amiiin.

0 komentar:

Posting Komentar