Saat masih kulaih semester satu, saat semangat belajar masih
besar karena awal masuk perguruan tinggi, dan saat sedang rajin-rajinnya
membaca buku di perpustakaan walaupun belum bisa meminjam karena kartu anggota
belum jadi, saya pernah menemukan sebuah kisah yang sangat menggugah berkain
dengan puasa dalam sebuah buku yang
sudah lupa judulnya.
Diceritakan, seorang ilmuan di sebuah Negara yang
berkeyakinan bukan muslim, memandang aneh terhadap orang-orang muslim yang berpuasa.
Menurutnya, orang yang berpuasa adalah orang gila, karena menyiksa diri tidak
makan dan tidak minum selama seharian.
Akan tetapi, karena ia seorang ilmuan, hal itu tentu
menimbulkan rasa penasaran baginya. Sehingga dengan yakin ia melakukan
penelitian mengenai puasa itu dengan cara, ia juga melakukan ibadah puasa
seperti yang dilakukan umat muslim pada bulan ramadhan itu. Tetapi puasa yang
dilakukan bukan karena mengikuti perintah Tuhan melainkan untuk menjawab rasa
penasarannya kenapa umat islam menyiksa diri dengan cara berpuasa di saing hari
tanpa makan dan munum.
Pada pertama kali ia berpuasa untuk penelitiannya itu, ia
memang benar-benar jadi gila. lapar dan haus yang mendera membuatnya serba
salah. Lemas, loyo, dan tak berdaya menjadi teman satu harian. Ingin rasanya
mengakhiri puasanya di siang hari, tapi ia khawatir tidak menjawab rasa
penasarannya. Sampai pada waktu berbuka, ia masih bisa menahan rasa lapar dan
hausrnya. Dan ketika masuk waktu berbuka, ia merasakan kegembiraan yang sangat
berbeda, karena ia bisa terlepas dari rasa dahaga dan laparnya. Begitu melihat
makanan yang sudah ia hidangkan, dan minuman yang sudah tersaji, ia menemukan
sebuah keindahan dan kenikamatan. Rasa senang pun tak terhindarkan. Mungkin
saja rasanya seperti bertemu seseorang yang sangat disayang yang sudah lama tak
berjumpa. Betapa senagnya.
Hari pertama ia sukses menjalankan penelitiannya mengenai
puasa. Hari kedua pun ia tetap melakukan hal yang sama. Hari kedua ini, ia
sudah mulai kuat dan tak segila seperti semula. Dan tetap saja saat akan berbuka
ia merasakan kegembiraan yang berbeda dari hari- hari biasanya. Sehingga pada
hari ke tiga dan seterusnya ia terlalu nikmat melakuan puasa karena menemukan
kebahagiaan saat akan berbuka itu, lantas ia pun mendapat hidayah untuk masuk
ke dalam agama islam secara yakin bahwa agama itu lah yang akan memepertmuakannya
dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Mengagumkan berkah dari berpuasa ini. Memang saya juga
pernah membaca sebuah hadis yang menjelaskan bahwa akan ada dua kebahagiaan
yang didapatkan oleh orang-orang yang berpuasa, pertama bahagia saat akan
berbuka, dan kedua bahagia saaat akan bertemu Tuhannya nanti di surga. Semoga
saja, dengan berpuasa, kita mendapatkan keduanya. Amiiin.
0 komentar:
Posting Komentar