17.47
0



Sebagian orang, kadang ada yang berfikir betapa enaknya menjadi seorang dokter. pola kerjanya duduk di ruangan mendengarkan keluhan pasien, lalu memberikan beberapa pesan dan pengobatan, lantas digajih dengan nilai yang mahal. Tetapi, sebagian  orang itu melupakan proses betapa sulitnya seorang dokter itu untuk mendapatkan gelar dokternya. Mulai harus memiliki kecerdaan di atas rata-rata, mengahapal banyak istilah-istilah asing, tidak takut pada darah dan luka, praktek dengan mebedah-bedah mayat, mengeluarkan banyak biaya dan kerja keras lainnya. Proses untuk mencapai keberhasilannya tidak seindah membayangkan kesuksesannya. 

Sebagian orang, kadang ada yang berfikir betapa enaknya menjadi seorang pengacara. Kerjanya hanya harus pandai mengolah kata-kata, berpakaian rapi dan gagah, ia dibayar dengan rupiah yang melimpah. Tetapi, sebagian orang itu melupakan proses betapa sulitnya seorang pengacara itu untuk menuju menjadi ternama. Mulai harus sering latihan berdebat, latihan adu mulut karena berbeda pendapat,  megorbankan waktu untuk banyak membaca, menghapal pasal-pasal, dan usaha keras lainnya. Proses untuk mecapai kesuksesannya tidak semudah membayangkan nikmatnya pengacar itu menjadi orang yang ternama. 

Sebagian orang, kadang ada yang berfikir betapa enaknya menjadi seorang pengusaha. Kerjanya hanya duduk santai dikantor, bertemu orang-orang penting, dan memiliki penghasilan yang melimpah. Tetapi, sebagian orang itu melupakan proses betapa sulitnya pengusaha itu mendapatkan keberhasilannya. Mulai harus bekerja lebih keras dari karyawan biasa, menghambil banyak resiko, menghadapi banyak kegalalan, mensiasati rekan bisnis yang tidak fair, menghadapi kompetitor yang semakin banyak, menghindari beberapa orang yang ingin menipu dan hanya mengambil kepentingan, mempertaruhkan hutang untuk dijadikan modal, dan  upaya keras lainnya. Porses untuk mendapatkan penghasilan yang melimpahnya itu tidak semudah membanyangkan betapa nikmatnya kehidpannya sekarang. 

Sebagian orang, kadang ada yang berfikir betapa enaknya menjadi seorang pejabat, katakanlah seperti walikota, gubernur, menteri, bahkan sampai pada presiden. Tetapi, sebagian orang itu melupakan proses betapa rumitnya perjuangan untuk mendapatkan posisi itu. Mulai harus mempersiapkan penampilan yang meyakinkan banyak orang, mengurangi waktu istirahat untuk melakukan negosiasi dan menyusun strategi, menghadapi lawan politik yang terkadang menggunakan cara kotor, mempersiapkan pendidikan agar dipandang mampu memimpin posisi yang diincar itu, dan usaha keras lainnya. Proses untuk mendapatkan posisi  jabatan itu tidak seindah melihat kesuksesan yang dinikmatinya sekarang. 

Kata kuncinya adalah Proses. Semua manusia dilahirkan atas dasar proses, seperti bermula saat berada dalam kandungan, lalu menjadi bayi lemah yang selalu dimanja, menapaki masa kecil penuh dengan keceriaan bermain, memasuki masa remaja yang indah dengan cerita cinta, dan sampai pada masa dewasa dengan hidup penuh perjuangan untuk mencari makna hidup itu sendiri. Tidak ada manusia yang dilahirkan langsung memakai jas, dasi sambil memegang gadget lalu meng update status media sosialnya, itu benar-benar tidak ada. Tetapi sedikit yang menyadari itu. Seseorang yang kehilangan semangat disebabkan kegagalan dan semua urusan, terkadang langsung murung karena diselimuti virus kekecewaan, tanpa bisa menguatkan diri bahwa semua ada prosesnya. 

Jadi, untuk semua yang kadang menemukan jalan buntu dalam urusan apapaun, seperti karyawan yang menemukan kejenuhan, pengusaha muda yang mendapatkan kegagalan, mahasiswa yang mengurus skirpsi mendapatkan penolakan saat bimbingan, nyawa kedua untuk menguatkan jiwa ini adalah mengingat bahwa semua urusan tidak pernah lepas dari proses. Dan semuanya, ‘ternyata Proses’. Semoga bermanfaat.




0 komentar:

Posting Komentar