Sebagian orang, kadang ada yang
berfikir betapa enaknya menjadi seorang dokter. pola kerjanya duduk di ruangan mendengarkan keluhan pasien,
lalu memberikan beberapa pesan dan pengobatan, lantas digajih dengan nilai yang
mahal. Tetapi, sebagian orang itu
melupakan proses betapa sulitnya seorang dokter itu untuk mendapatkan gelar
dokternya. Mulai harus memiliki kecerdaan di atas rata-rata, mengahapal banyak
istilah-istilah asing, tidak takut pada darah dan luka, praktek dengan
mebedah-bedah mayat, mengeluarkan banyak biaya dan kerja keras lainnya. Proses
untuk mencapai keberhasilannya tidak seindah membayangkan kesuksesannya.
Sebagian orang, kadang ada yang
berfikir betapa enaknya menjadi seorang pengacara. Kerjanya hanya harus pandai
mengolah kata-kata, berpakaian rapi dan gagah, ia dibayar dengan rupiah yang
melimpah. Tetapi, sebagian orang itu melupakan proses betapa sulitnya seorang
pengacara itu untuk menuju menjadi ternama. Mulai harus sering latihan
berdebat, latihan adu mulut karena berbeda pendapat, megorbankan waktu untuk banyak membaca,
menghapal pasal-pasal, dan usaha keras lainnya. Proses untuk mecapai
kesuksesannya tidak semudah membayangkan nikmatnya pengacar itu menjadi orang
yang ternama.
Sebagian orang, kadang ada yang
berfikir betapa enaknya menjadi seorang pengusaha. Kerjanya hanya duduk santai
dikantor, bertemu orang-orang penting, dan memiliki penghasilan yang melimpah.
Tetapi, sebagian orang itu melupakan proses betapa sulitnya pengusaha itu mendapatkan
keberhasilannya. Mulai harus bekerja lebih keras dari karyawan biasa,
menghambil banyak resiko, menghadapi banyak kegalalan, mensiasati rekan bisnis
yang tidak fair, menghadapi kompetitor yang semakin banyak, menghindari
beberapa orang yang ingin menipu dan hanya mengambil kepentingan,
mempertaruhkan hutang untuk dijadikan modal, dan upaya keras lainnya. Porses untuk mendapatkan
penghasilan yang melimpahnya itu tidak semudah membanyangkan betapa nikmatnya
kehidpannya sekarang.
Sebagian orang, kadang ada yang
berfikir betapa enaknya menjadi seorang pejabat, katakanlah seperti walikota,
gubernur, menteri, bahkan sampai pada presiden. Tetapi, sebagian orang itu
melupakan proses betapa rumitnya perjuangan untuk mendapatkan posisi itu. Mulai
harus mempersiapkan penampilan yang meyakinkan banyak orang, mengurangi waktu
istirahat untuk melakukan negosiasi dan menyusun strategi, menghadapi lawan
politik yang terkadang menggunakan cara kotor, mempersiapkan pendidikan agar
dipandang mampu memimpin posisi yang diincar itu, dan usaha keras lainnya.
Proses untuk mendapatkan posisi jabatan
itu tidak seindah melihat kesuksesan yang dinikmatinya sekarang.
Kata kuncinya adalah Proses.
Semua manusia dilahirkan atas dasar proses, seperti bermula saat berada dalam
kandungan, lalu menjadi bayi lemah yang selalu dimanja, menapaki masa kecil
penuh dengan keceriaan bermain, memasuki masa remaja yang indah dengan cerita
cinta, dan sampai pada masa dewasa dengan hidup penuh perjuangan untuk mencari
makna hidup itu sendiri. Tidak ada manusia yang dilahirkan langsung memakai
jas, dasi sambil memegang gadget lalu meng update status media sosialnya, itu
benar-benar tidak ada. Tetapi sedikit yang menyadari itu. Seseorang yang
kehilangan semangat disebabkan kegagalan dan semua urusan, terkadang langsung
murung karena diselimuti virus kekecewaan, tanpa bisa menguatkan diri bahwa
semua ada prosesnya.
Jadi, untuk semua yang kadang
menemukan jalan buntu dalam urusan apapaun, seperti karyawan yang menemukan
kejenuhan, pengusaha muda yang mendapatkan kegagalan, mahasiswa yang mengurus
skirpsi mendapatkan penolakan saat bimbingan, nyawa kedua untuk menguatkan jiwa
ini adalah mengingat bahwa semua urusan tidak pernah lepas dari proses. Dan
semuanya, ‘ternyata Proses’. Semoga bermanfaat.

0 komentar:
Posting Komentar