Dalam kondisi berpuasa di siang
hari, ketika akan berwudu untuk melaksanakan ibadah sholat, dengan kondisi
tubuh yang sangat haus, pernahkah kita mencoba meminum seteguk air saat kita
berkumur-kumur dalam berwudu? Karena orang yang di samping kita pun pasti tidak
akan mengetahui jika kita melakukan itu. Jika kita memang benar-benar melakukan
ibadah puasa itu dengan keikhlasan dan kesabaran, tentu kita tidak akan lakukan
perbuatan itu walau tidak ada yang akan mengetahui dan walau godaan rasa haus di siang
yang panas begitu terasa. Mengapa demikian? Tetntu pasti kita akan merasa bahwa
Allah pasti melihat, atau juga akan merasa takut kalau puasa yang wajib itu
kita lakukan secara tidak benar atau dalam kebohongan. Tetapi kalau yang
berpuasanya hanya ingin mendapat penilaian dari orang lain, tidak melakukannya
karena kesungguhan hati, perbuatan semacam ini mudah saja untuk dilakukan tanpa
ada rasa menyesal. Selain kurang iman, yang melakukan demikian pun pasti tidak
ingin menambah amal, malah menambah dosa dengan berbohong.
Itu lah berpuasa, baik kita
sadari maupun tidak kita sadari, aktivitas yang secarah lahiriah menahan makan
dan minum itu ternyata membawa kita belajar mengenai kejujuran. Proses lapar
dan dahaga yang dirasakan saat puasa tidak ingin menjadi sia-sia dengan
melakukan perbuatan curang yang orang lain tidak meilihat.
Kita harus bahagia, sebab kita
tahu bahwa kejujuran itu sangat mahal harganya. Banyak sekali manusia yang
telah diberi hidup di dunia ini oleh Tuhan tidak bisa berlaku jujur, termasuk
juga penulis yang pasti juga pernah melakukan perbuatan tidak jujur. Padahan kita
mengerti, kesejahteraan sebuah bangsa, kehidupan yang harmonis dalam keluarga,
hubungan yang baik dengan tetangga, salah satu yang menjadi syaratnya adalah
sikap kejujuran. Namun terkadang karena kondisi tertentu yang dikhawatirkan
akan merugikan diri secara pribadi, manusia rela berbohong demi keuntungan
sendiri walaupun pada akhirnya itu nanti akan merugikan di akhirat, atau bahkan
di dunia ketika kebohongan yang dilakukan itu terbongkar.
Kita bisa melihat betapa
terpuruknya sebuah Negara karena para pelaksana tugas di Negara itu melakukan
kecurangan dalan hal ini korupsi, dan betapa tidak harmonisnya sebuah hubungan
rumah tangga ketika tidak diiringi dengan sikap transparan, serta betapa tidak
damainya kehidupan di masyarakat tanpa ada sikap kejujuran yang dimiliki. Semua
menjadi tidak indah ketika kejujuran di nomor sekiankan dalam kehidupan kita
ini.
Maka, oleh sebab itu karena dalam
aktivitas puasa harus dibarengi dengan perbuatan yang baik, tingkah laku yang
tidak melanggar aturan, maka dari itu puasa menjadi jembatan terampuh untuk
kita belajara menanamkan sikap jujur. Sebab, saat kita berpuasa, ketika kita
akan berbohong dengan pikiran bahwa tidak ada yang melihat, kita akan selalu
ingat bahwa kita berpuasa. sedang jika puasa kita barengi dengan perbuatan yang
tidak baik, tentu bisa jadi puasa hanya menjadi nilai yang sia-sia. Semoga bermanfaat.
Dan ari belara juru di bulan puas ayang berkah ini.
Mufidin
0 komentar:
Posting Komentar