23.03
0


Dalam kondisi berpuasa di siang hari, ketika akan berwudu untuk melaksanakan ibadah sholat, dengan kondisi tubuh yang sangat haus, pernahkah kita mencoba meminum seteguk air saat kita berkumur-kumur dalam berwudu? Karena orang yang di samping kita pun pasti tidak akan mengetahui jika kita melakukan itu. Jika kita memang benar-benar melakukan ibadah puasa itu dengan keikhlasan dan kesabaran, tentu kita tidak akan lakukan perbuatan itu walau tidak ada yang akan  mengetahui dan walau godaan rasa haus di siang yang panas begitu terasa. Mengapa demikian? Tetntu pasti kita akan merasa bahwa Allah pasti melihat, atau juga akan merasa takut kalau puasa yang wajib itu kita lakukan secara tidak benar atau dalam kebohongan. Tetapi kalau yang berpuasanya hanya ingin mendapat penilaian dari orang lain, tidak melakukannya karena kesungguhan hati, perbuatan semacam ini mudah saja untuk dilakukan tanpa ada rasa menyesal. Selain kurang iman, yang melakukan demikian pun pasti tidak ingin menambah amal, malah menambah dosa dengan berbohong.

Itu lah berpuasa, baik kita sadari maupun tidak kita sadari, aktivitas yang secarah lahiriah menahan makan dan minum itu ternyata membawa kita belajar mengenai kejujuran. Proses lapar dan dahaga yang dirasakan saat puasa tidak ingin menjadi sia-sia dengan melakukan perbuatan curang yang orang lain tidak meilihat. 

Kita harus bahagia, sebab kita tahu bahwa kejujuran itu sangat mahal harganya. Banyak sekali manusia yang telah diberi hidup di dunia ini oleh Tuhan tidak bisa berlaku jujur, termasuk juga penulis yang pasti juga pernah melakukan perbuatan tidak jujur. Padahan kita mengerti, kesejahteraan sebuah bangsa, kehidupan yang harmonis dalam keluarga, hubungan yang baik dengan tetangga, salah satu yang menjadi syaratnya adalah sikap kejujuran. Namun terkadang karena kondisi tertentu yang dikhawatirkan akan merugikan diri secara pribadi, manusia rela berbohong demi keuntungan sendiri walaupun pada akhirnya itu nanti akan merugikan di akhirat, atau bahkan di dunia ketika kebohongan yang dilakukan itu terbongkar. 

Kita bisa melihat betapa terpuruknya sebuah Negara karena para pelaksana tugas di Negara itu melakukan kecurangan dalan hal ini korupsi, dan betapa tidak harmonisnya sebuah hubungan rumah tangga ketika tidak diiringi dengan sikap transparan, serta betapa tidak damainya kehidupan di masyarakat tanpa ada sikap kejujuran yang dimiliki. Semua menjadi tidak indah ketika kejujuran di nomor sekiankan dalam kehidupan kita ini. 

Maka, oleh sebab itu karena dalam aktivitas puasa harus dibarengi dengan perbuatan yang baik, tingkah laku yang tidak melanggar aturan, maka dari itu puasa menjadi jembatan terampuh untuk kita belajara menanamkan sikap jujur. Sebab, saat kita berpuasa, ketika kita akan berbohong dengan pikiran bahwa tidak ada yang melihat, kita akan selalu ingat bahwa kita berpuasa. sedang jika puasa kita barengi dengan perbuatan yang tidak baik, tentu bisa jadi puasa hanya menjadi nilai yang sia-sia. Semoga bermanfaat. Dan ari belara juru di bulan puas ayang berkah ini.  


Mufidin

0 komentar:

Posting Komentar