00.12
0

Suatu sore, ketika aku sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat, aku singgah di musollah yang berada dalam SPBU untuk menunaikan sholat magrib. Suara adzan baru saja usai terdengan merdu dari masjid-masjid yang ada di luar area itu, namun di musolah itu tidak terdengar lafaz adzan karena memang tidak ada yang mengumandangkan. 

Hampir semua yang akan sholat disitu adalah yang sedang dalam perjalanan, kecuali ada beberapa petugas SPBU yang jumlahnya tidak banyak. 

Setelah aku selesai mengambil air wudu’, akupun masuk ke ruangan musolah. Hanya ada sekita 4 orang laki-laki termasuk aku. Ingin mengerjakan sholat berjama’ah namun segan dan mungkin malu. Di saat seperti itu, seorang securiti mengajak kami untuk sholat berjama’ah dan memberikan isyarat kepada kami untuk menjadi imam. Orang-orang di situ tidak bersedia, termasuk aku. Malah kami menunjuk balik securti itu untuk menjadi imam dalam sholat di maghrib yang cerah itu. 

Securiti itu pun maju, ia mau menjadi imam. Saat membaca surat Al-fatihah dan ayat-ayat Al-Qur’an lainnya, suaranya begitu apa adanya, bahkan menurutku tajwid dalam bacaannya ada yang salah. Bukan maksud sok pintar, tapi sedikit tahu karena pernah belaja mengaji. Namun, walau hanya memiliki kemampuan membaca ayat yang sederhana itu, ia berani mengajak kami untuk melalukan sholat bersama, bahkan ia berani untuk menjadi imam yang pasti demi mendapatkan pahala yang lebih banyak yakni 27 kali lipat dari sholat sendirian. 

Aku kagum terhadap keberaniannya. Orang seperti ini juga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua yang perduli dengan hal-hal sepele. Semoga kita juga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar