Sekarang ini, semenjak media-media informasi baik cetak
maupun elektrnik begitu mudah diakses dan didapatkan informasinya, selalu saja
ada pemberitaan mengenai kekerasan seksual. Baik itu pemerkosaan, pencabulan,
pelecehan anak di bawah umur, dan kasus-kasus lain yang berkaitan.
Memang aku laki-laki, tapi perasaanku ikut lirih dan sedih memperhatikan
hal ini. Aku tidak bisa membayangkan betapa sedih dan sakitnya
perasaan-perasaan para korban kekerasan seksual itu. Bagi yang masih gadis ia
harus kehilangan mahkota yang sangat berharga dengan dirampas oleh orang yang
sangat biadab akhlaknya.
Dengan hilangnya mahkota itu, apakah masih mungkian akan
diterima oleh laki-laki yang masih suci sebagai tempat mencurahkan cintanya? Atau
apakah mungkin ada pria yang masih perjaka asli bisa menerima gadis yang sudah
kehilangan mahkota yang paling itu? Di dunia ini mungkin masih ada laki-laki
yang begitu besar jiwanya untuk menerima gadis yang sudah tidak punya mahkota
itu, tapi aku yakin sangat sulit untuk menemukannya.
Karena kalau di posisikan kepadaku sebagai laki-laki yang
belum pernah mendapatkan mahkota itu, akan sangat berat untuk berbesar hati
menerima keadaan yang tentu tidak menjadi harapan itu. Ini salah satu
kelemahanku tentang keikhlasan.
Lalu, kalau saja para korban-korban yang masih gadis tetapi
sudah kehilangan mahkotanya karena kejahatan itu, yang pasti para korban itu
tidak pernah mengharapkannya, dan mereka hanya diterima oleh laki-laki yang
sudah pernah merampas mahkota gadis lain baik dengan sama suka atau paksa, atau
laki-laki yang sudah menjadi duda, dan harus saling mencintai, dimana letak
keadilan bagi para korban itu? Sampai saat ini aku masih belum mendapatkan
jawabannya.
Dengan ini, Apakah ada yang bisa memberikan jawaban untukku,
mengenai keperihatinan jiwaku kepada para wanita yang telah menjadi korban
kejahatan laki-laki jahanam itu ?
Semoga saja para gadis dan anak-anak yang telah menjadi
korban itu diberi kehidupan yang bahagia dan semoga juga itu jalan Tuhan yang
akan indah pada akhirnya.

0 komentar:
Posting Komentar