Kita tidak pernah mengharapkan panas, ketika kita sedang
berbaris di tengah lapangan
Kita tidak pernah mengharapkan angin ketika sedang
kedinginan
Kita tidak pernah mengharapkan debu ketika sedang dalam
perjalanan
Kitia tidak pernah mengharapkan kegagalan ketika kita sedang
berusaha mewujudkan sebuah angan-angan
Tetapi, terkadang semua yang tidak kita harapkan itu datang,
dan terjadi mengampiri kita.
Jiwa kita tentu sering terbawa kesal. Ingin mengutuk,
mengumpat, memaki, dan membenci walau dalam hati. Ini naluri, ketika memang
sedang dalam emosi.
Padahal, kalau kita
bisa pahami lebih dalam, itu adalah rencana Tuhan.
Entah untuk menguji kesabaran, memberi teguran, atau malah
sebagai hukuman.
Mungkin semua akan terasa sangat tentram ketika lidah bisa
berucap “ini adalah keputusan Tuhan”.
Sayang, kata-kata itu mudah diucapkan, tapi sangat sulit
diterima oleh hati.
Barangkali hanya orang yang beriman tinggi yang bisa selaras
menyeimbangkan kata-kata itu dengan suasana hatinya.
Namun bagi kita yang barangkali masih lemah sikap ikhlasnya,
Tuhan tak akan pernah berhenti memberikan peluang kepada kita untuk
mendapatkannya sampai kontrak kita menikmati alam indah sementara ini berakhir.
0 komentar:
Posting Komentar