18.49
0




Seorang anak remaja yang memiliki bakat cukup baik dalam sepak bola, dilihat oleh salah seorang agen yang peduli terhadap bakat-bakat anak kampung tetapi akses untuk mengembangkan bakatnya sangat minim. Setelah melihat anak itu, agen itu sangat tertarik dengan skillnya. Lalu ia menghampiri anak itu dan menawarkannya untuk ikut seleksi di sebuah klub ternama  yang berada dalam salah satu kompetisi yang sangat terkenal di Eropa. 

Anak itu pun senang. Dengan modal keyakinan dan keinginan yang kuat, walau keterbatasan biaya dan tidak mendapat dukungan dari sang ayah, ia tetap pergi untuk ikut seleksi itu. Dengan mengeahkan semua kemampuan yang ia miliki dalam seleksi itu, akhirnya ia terpilih dipromosikan untuk bergabung dengan klub itu. Ia pun sangat senang. Namun, sebelum ia diterima secara resmi, ia harus mengikuti tes kesahatan yang dilakukan oleh klub tersebut. 

Tentang kesehatan fisiknya semua oke, kecuali satu hal, yaitu ia memiliki penyakit asma. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dokter terkait fisik awalnya ia jawab sangat lancar dan jujur, tetapi ada satu pertanyaan yang membuatnya sangat dilema. Dan butuh waktu beberapa detik untuk diam berfikir sebelum menjawab. 

“apakah kamu memeliki gangguan dengan pernafasan?” tanya dokter
Ia gugup. Ingin menjawab jujur bahwa ia memeiliki penyakit asma, tetapi ia takut itu akan menjadi penghalang mimpinya untuk menjadi pemain terkenal. Lantas ia pun berbohong dengan menjawab “tidak”. 

Tes kesehatan yang dijalaninya pun lulus. Ia semakin senang karena ia semakin pandai bermain bola dan semakin diperhatikan kehebatannya oleh pelatih kepala, tentu saja itu menjadi modal baik untuk bisa ikut bermain di sebuah liga yang sangat bergengsi dengan masuk ke tim utama. 

Karena skilnya terlihat sangat bagus, di saat pertandingan penting melawan klub hebat, pelatih memberi kepercayaan penuh kepadanya untuk bermain bersama pemain inti. Akan tetapi saat laga sudah berjalan beberapa menit, mulai terlihat kekurangnya. Ia tidak bisa lari dengan cepat, tidak bisa menghalau lawan dengan hebat, dan sangat terlihat ketidak mampuannya dalam bermain di sebuah laga krusial. Pelatih pun kecewa, dan segera menggantikannya dengan pemain yang lebih segar. 

Setelah pertantingan usai, ia pun diintrogasi oleh asisten pelatih tentang kenapa bermainnya sangat buruk saat sudah diberi kepercayaan. Ia hanya diam, tidak memberi jawaban. Sehingga ia pun dikeluarkan dari klub. 

Namun, saat ia akan menuju ke stasiun untuk pulang kampung dengan wajah lesu karena kegagalannya, seorang teman satu timnya melihatnya dan menanyakan baik-baik perihal masalahnya. Ia pun menceritakan yang sebenarnya. Lantas, temannya itu mengambil tindakana cepat untuk membawanya kepada kepala pelatih dan menceritakan masalah yang sebenarnya ada pada anak itu.
“kenapa kamu berbohong?” tanya kepala pelatih kepadanya.

“saya takut tidak lulus kalau saya jujur, padahal untuk bermain di klub yang terkenal adalah impian saya sejak kecil” jawabnya dengan penuh penyesalan. 

“kamu tahu, asma itu bagi saya tidak masalah, tetapi kebohonganmu itu lah yang jadi masalah” ungkap pelati itu bijak. Lantas anak itu pun diterima kembali bergabung dengan klub dan tim dokter memberi pengobatan yang serius untuk kesembuhannya. Dan ia pun menjadi pemain yang hebat dan terkenal serta berjaya pada masanya.

Itulah cuplikan cerita dalam film berjudul ‘Goal’ tentas pesepak bola terkenal Santiago Munes yang pernah membawa klub Newcastel United berjaya dan juga pernah bermain untuk Real Madrid yang pernah saya tonton.

Note: Kejujuran itu sangat mahal harganya. Sangat sedikit orang yang mampu berlaku jujur. Padahal, ketika kita memiliki sebuah kekurangan tetapi jujur kita sampaikan, tidak akan menimbulkan kekecewaan di kemudian hari, walau, penolakan mungkin akan ada di saat kita menyampaikan kejujuran itu. Mari kita terus belajar untuk menjadi pribadi yang jujur. Karena akan sangat mengecewakan jika kita berbohong dan ketahuan di kemudian hari pada orang yang sudah sangat pecaya dengan kita. Semoga bermanfaat.





0 komentar:

Posting Komentar