Suatu malam, sepasang suami istri baru saja pulang dari
suatu tempat untuk melakukan sebuah urusan. Mereka memiliki satu orang anak
yang sangat mereka cintai, hari itu anaknya ditinggal dirumah sendirian.
Sebelum sampai di rumah tadi, sang suami berinisiatif untuk membelikan anaknya
oleh-oleh untuk dimakan di rumah. Lalu mereka pun singgah di tempat penjual
buah yang tampak sangat segar-segar.
Sesampai di rumah, sang anak menyambutnya dengat hangat dan
ceria. Setelah melepas sepatu dan berganti baju santai di rumah, suami baru
teringat ia membawakan oleh-oleh untuk anaknya. Lantas ia memanggil anak yang
sangat disayanginya itu.
“Doni, ayah bawa buah jeruk ni untuk kamu, ayah jamin kamu
pasti suka.” Ujar ayah itu sambil membuka bungkusan plastic berisi jeruk.
“gak mau lah, ayah” respon anaknya yang sedang asik bersama
ibunya.
“kenapa?” Tanya ayahnya heran.
“hemmm, ayah biasanya asal bawa oleh-oleh jeruk pasti banyak
yang masam, jadi males lah Doni.” Tolak anak itu sedikit manja. Karena memang
ayahnya sering membawakan oleh-oleh berupa jeruk yang masam untuk Doni
“ya, ya, ya. Kalau tak mau ya sudah. Tapi apa doni gak ingin
coba dulu?” tambah ayah itu. Sementara ibu anak itu tidak mau ikut campur.
Buah itu tetap terletak rapi di atas meja makan, Doni sedikitpun tidak
menyentuhnya. Sementara mereka sedang asik bercanda menikmati waktu bersama
keluarga.
Saat ayah dan ibu doni sedang asik menikmati siaran televisi
sambil beristirahat, Doni terasa lapar dan ingin mengunyah sesuatu. Lantas ia menuju
meja makan, dan terlihat buah jeruk yang dibawa oleh ayah dan ibunya tadi.
Awalnya Doni tidak berminat, tapi entah mengapa ia merasa penasaran dan ingin
menikmati salah satu dari buah yang terhidang di atas meja itu.
Saat Doni menikmati buah itu, ia terkejut, ternyata jeruk
yang dibawa oleh ayah dan ibunya tadi sangat manis, berbeda dari biasanya yang
sering dibawa oleh ayahnya. Habis satu, ia mengambil buah itu lagi, dan tanpa
sadar karena begitu manisnya Doni menghabiskan buah jeruk itu.
Saat sang ibu juga ingin menikmati buah jeruk yang dibawa
bersama suaminya tadi, ibu itu terkejut, karena buah jeruk itu telah habis.
Lantas ia memandang Doni dan bertanya
“Doni, kok jeruknya habis? Kamu habiskan ya?” Tanya ibu itu
“hehehe” Doni tertawa, “iya” lanjut Doni.
“katanya tadi gak mau, tapi habis juga Doni buat, dasar!!!”
ucap ibunya sambil meledek doni.
“bu, kok jeruk yang dibawa kali ini beda, tidak masam
seperti biasanya ayah beli?” Tanya Doni penasaran.
“tentu saja” ucap ibunya sambil menuju arah ayah Doni yang
sedang duduk di sofa depan tv dan ikuk duduk disampingnya.
“buah tadi itu pilihan, makanya berbeda. Ibu sengaja
memilihnya yang lebih berkualitas dari biasanya. Sehingga rasanya pun tentu
berbeda.” Tambah ibu Doni sambil tersenyum, dan ayahnya pun tersenyum.
“oh begitu ya, bu.” Respon Doni.
Cerita ini adalah sebuah analogi (perumpamaan) tentang
sebuah kualitas yang dimiliki suatu benda atau bahkan orang. Semua yang menjadi
pilihan, tentu kualitasnya berbeda dengan yang biasanya. Itulah mengapa
perusahaan sekelas Cevron, Pertamina, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya
sangat selektif saat ingin merekrut karyawan baru. Karena memang perusahaan itu
benar-benar membutuhkan orang-orang yang berkualitas dan orang-orang pilihan,
karena dengan itu, perusahaan itu pun menjadi berkualitas dalam pandangan
banyak orang.
Mufidin
0 komentar:
Posting Komentar