SANG JUARA
Suatu ketika, ada perlombaan balap mobil mainan yang
diselenggarakan untuk anak-anak. Hari itu sangat ramai, karena memang sudah
memasuki tahap final. Hanya ada empat peserta yang tersisa. semua mobil mainan
itu buatan anak-anak itu sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.
Ada satu anak yang mobil mainannya hanya terbuat dari kayu
dan terlihat sangat sederhana. Tidak seperti mainan teman lainnya yang terlihat
mewah dan mengesankan serta enak dipandang mata. Tetapi anak itu tetap mencoba tersenyum
dan optimis untuk menjadi yang terbaik.
Dan start perlombaan pun akan dimuai, tetapi anak itu
meminta waktu sebentar. Terlihat ia begitu khusuk diam sambil berkomat-kamit
sepertinya memanjaatkan do’a.
“ok, saya sudah siap.” Ucap anak itu setelah siap berdo’a
dan tampak percaya dirinya.
“priiiit” suara peluit sebagai tanda perlombaan dimulai.
Semua anak yang jadi peserta terlihat tegang dan tetap focus memperhatikan
mobil mainannya dengan seksama. Semantara suara penonto riuh gemuruh bersorak mendukung
jagoannya masing-masing.
Setelah berjalan beberapa menit, final pun sampai. Dan ditemukanlah
pemenangnya. Dengan sangat mengejutkan semua yang ada dipertandingan itu, sang
anak yang mobilnya terbuat dari kayu sederhana itulah yang berhasil keluar
menjadi juara. Sontak penonton pun berdecak kagum dan bertepuk tangan.
Saat akan pemberian hadiah utama, ketua panitia pun bertanya
dengan anak itu
“hai jagoan, kamu tadi pasti berdoa kepada Tuhan agar
mendapat kemenangan kan sebelum memulai perlombaan?” Tanya ketua panitia sambil
memegang pundak anak itu.
“hmmm,” anak itu terdiam sejenak. “tidak pak, tidak itu yang
saya do’akan. Sepertinya tidak adil meminta kepada Tuhan untuk menolong saya
mengalahkan orang lain. Saya hanya memohon kepada Tuhan, supaya saya tidak
menangis jika saya kalah dalam pertandingan ini” ujar anak itu polos.
Sesaat, semua orang terdiam dengan jawaban yang sangat bijak
dari anak itu. Lantas kemuan gemuruh tepuk tangan dan pujian pun terdengan diberikan kepada anak itu.
‘Diambil dari sebuah
cerita resonansi jiwa yang menyentuh hati.’
Dalam pemilihan pilpres yang akan kita tunggu tidak lama
lagi ini, semoga para calon dan timsesnya dapat bertindak demikian agar pemilu
yang damai dan tentram bisa kita nikmati.
0 komentar:
Posting Komentar