06.08
0


SANG JUARA

Suatu ketika, ada perlombaan balap mobil mainan yang diselenggarakan untuk anak-anak. Hari itu sangat ramai, karena memang sudah memasuki tahap final. Hanya ada empat peserta yang tersisa. semua mobil mainan itu buatan anak-anak itu sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

Ada satu anak yang mobil mainannya hanya terbuat dari kayu dan terlihat sangat sederhana. Tidak seperti mainan teman lainnya yang terlihat mewah dan mengesankan serta enak dipandang mata. Tetapi anak itu tetap mencoba tersenyum dan optimis untuk menjadi yang terbaik.

Dan start perlombaan pun akan dimuai, tetapi anak itu meminta waktu sebentar. Terlihat ia begitu khusuk diam sambil berkomat-kamit sepertinya memanjaatkan do’a.

“ok, saya sudah siap.” Ucap anak itu setelah siap berdo’a dan tampak percaya dirinya.
“priiiit” suara peluit sebagai tanda perlombaan dimulai. Semua anak yang jadi peserta terlihat tegang dan tetap focus memperhatikan mobil mainannya dengan seksama. Semantara suara penonto riuh gemuruh bersorak mendukung jagoannya masing-masing.

Setelah berjalan beberapa menit, final pun sampai. Dan ditemukanlah pemenangnya. Dengan sangat mengejutkan semua yang ada dipertandingan itu, sang anak yang mobilnya terbuat dari kayu sederhana itulah yang berhasil keluar menjadi juara. Sontak penonton pun berdecak kagum dan bertepuk tangan.

Saat akan pemberian hadiah utama, ketua panitia pun bertanya dengan anak itu

“hai jagoan, kamu tadi pasti berdoa kepada Tuhan agar mendapat kemenangan kan sebelum memulai perlombaan?” Tanya ketua panitia sambil memegang pundak anak itu.

“hmmm,” anak itu terdiam sejenak. “tidak pak, tidak itu yang saya do’akan. Sepertinya tidak adil meminta kepada Tuhan untuk menolong saya mengalahkan orang lain. Saya hanya memohon kepada Tuhan, supaya saya tidak menangis jika saya kalah dalam pertandingan ini” ujar anak itu polos.

Sesaat, semua orang terdiam dengan jawaban yang sangat bijak dari anak itu. Lantas kemuan gemuruh tepuk tangan dan pujian pun  terdengan diberikan kepada anak itu.

‘Diambil dari sebuah cerita resonansi jiwa yang menyentuh hati.’
Dalam pemilihan pilpres yang akan kita tunggu tidak lama lagi ini, semoga para calon dan timsesnya dapat bertindak demikian agar pemilu yang damai dan tentram bisa kita nikmati.

0 komentar:

Posting Komentar